Madrid Hanya Butuh Hasil Imbang

GATRA - Wednesday, 10 May 2017 23:23

Madrid, GATRAnews - Real Madrid hampir dipastikan melenggang ke partai puncak Liga Champions musim ini setelah hanya butuh bermain imbang saat menyambangi rival sekota mereka, Atletico Madrid pada leg kedua babak semifinal di Stadion Vicente Calderon, Kamis (11/5) dinihari WIB.

 

Namun sebuah keyakinan tinggi untuk bisa membalikkan keadaan dari kubu Atletico, masih menjadi sebuah ancaman yang harus dilewati Cristiano Ronaldo dkk.

 

Pada laga nanti, Madrid butuh hasil imbang untuk mempertahankan tiket ke partai fnal. Kalah dengan selisih dua gol bahkan sudah tidak menahan langkah tim berjuluk Los Blancos itu menuju puncak.

 

Sebaliknya, Atletico wajib menang dengan selisih empat gol untuk membalikkan keadaan. Kemenangan dengan selisih empat gol belum pernah diraih oleh kedua tim sepanjang sejarah pertemuan mereka.

 

Namun pelatih Atletico, Diego Simeone menilai itu bukanlah hal yang mustahil. Pelatih asal Argentina itu tetap optimis  tim asuhannya bisa membalikkan keadaan dan melaju ke final.

 

"Sepak bola tak mengenal logika. Karena itu tak ada yang tidak mungkin di lapangan hijau, termasuk membalikkan keadaan dengan kemenangan selisih empat gol. Saya sudah lima plus setengah tahun bersama Atletico. Hampir enam tahun saya mengalami hari-hari yang penuh kejutan bersama Atletico. Ini menjadi keyakinan saya untuk bisa membalikkan ketertinggalan dari Madrid di Liga Champions. Vicente Calderon selalu menjadi tempat yang mengesankan buat kami dan kami beruntung memiliki fan yang fanatik. Itulah modal kami untuk membalikkan ketertinggalan tiga gol melawan Real Madrid," kata Simeone, dikutip AS.

 

Pelatih yang pertama kali menapakkan kaki di Vicente Calderon pada 23 Desember 2011 silam itu lantas menjelaskan bahwa kehilangan du pilar utamanya, yakni Tiago dan Augusto Fernandez akibat cedera, bukan penghalang bagi skuad asuhannya untuk menampilkan performa apik di Vicente Calderon.

 

Baginya, suasana tim menjadi modal utama, tidak peduli siapa pun yang akan ia turunkan. "Saya melihat keceriaan di ruang ganti. Saya tekankan kebanggaan menghadapi tim terbaik di dunia (Real Madrid). Tak cukup hanya menang, tapi menang di atas tiga gol. Antusiasme akan membalikkan keadaan," jelasnya.

 

Beruntung, Simeone masih memiliki Saul Niguez yang mencetak gol tunggal kemenangan Atletico atas Eibar di La Liga Spanyol, akhir pekan kemarin, sudah siap bermain penuh bersama Gabi, Koke, dan Yannick Ferreira-Carrasco di lini tengah. Keempatnya akan menopang pergerakan Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro di lini depan.

 

Sedangkan Diego Godin dan Filipe Luis yang siap menjadi palang pintu di lini pertahanan, sekaligus mengawal Jan Oblak yang kembali dipercaya untuk berdiri di bawah mistar gawang. Di sisi lain, Madrid yang baru saja membantai Granada 4-0 di La Liga, akhir pekan kemarin, kembali akan merubah komposisi.

 

Karim Benzema dan Isco yang diturunkan sebagai pemain pengganti di laga itu, akan kembali dipercaya oleh pelatih Zinedine Zidane untuk melengkapi trisula maut di lini depan, bersama Ronaldo.

 

Sementara Toni Kroos, Luka Modric, dan Casemiro akan beroperasi dari lini tengah. Sedangkan Sergio Ramos akan kembali dipercaya untuk memimpin rekan-rekannya di lini belakang untuk mengawal Keylor Navas di bawah mistar gawang. Dalam lawatan terakhir ke Vicente Calderon, Madrid berhasil membawa pulang kemenangan dengan skor 3-0 pada pentas La Liga, November 2016 lalu.


Reporter: Wanto
Editor: Dani Hamdani