Ketua PSSI Akui Timnas Kalah Mental

GATRA - Wednesday, 20 September 2017 19:25
Ketua PSSI Edy Rahmayadi (GATRA/Arief Koes/HR02)

Yogyakarta,GATRAnews - Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menilai kekalahan tim nasional di dua ajang tingkat Asean karena lemahnya mental. Pemain timnas sering terbawa emosi hingga merugikan tim.



Timnas U-22 gagal meraih target di Sea Games 2017 dan U-19 juga mengalami hal yang sama di ajang Piala AFF. Pemain timnas dinilai tidak bisa mengontrol emosi di pertandingan sulit dan menentukan.

Salah satu contohnya adalah aksi Sadil Ramdani yang diusir wasit karena menyikut pemain Thailand dalam perebutan tiket final Piala AFF. Padahal pemain itu baru masuk dua menit ke lapangan.

“Secara teknik, pemain kita tidak kalah dengan lainnya. Namun permasalahan mental yang melahirkan sikap emosional masih menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama,” kata Edy usai menemani Panglima TNI Gatot Nurmantyo berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, DI Yogyakarta, Selasa (19/9).

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pelatihan agar mental pemain timnas tidak mudah emosi ketika ada pemain lawan yang memprovokasi. Selain timnas senior, pelatihan juga akan digelar untuk pemain timnas U-22, U-19, dan U-16.

Edy juga menerangkan PSSI tidak melarang pemain timnas U-19 berlaga di liga utama sebagai pemain profesional. Namun karena harus mengikuti pemusatan pelatihan, pemain tidak mungkin membela klub mereka.

“Silakan membela klub, tapi program pemusatan latihan ini tidak bisa ditinggalkan karena PSSI mempunyai target yang harus diraih di kejuaraan mendatang. Salah satunya adalah masuk empat besar di Asian Games 2018,” ujarnya. 




Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Last modified on Wednesday, 20 September 2017 22:49