FFI Fokus Berlaga di 8 Turnamen Futsal Internasional 2018

GATRA - Wednesday, 04 October 2017 02:30
Ilustrasi (gatrafoto/Erry Sudiyanto/AK9)

Jakarta, gatra.com - Federasi Futsal Indonesia fokus untuk bertanding dalam delapan laga turnamen internasional pada tahun depan. Sejumlah langkah disiapkan agar futsal dapat meraih prestasi dan membawa harum nama bangsa.


Hal tersebut tercetus dalam rapat koordinasi FFI yang dihadiri oleh Ketua Umum FFI, Hary Tanoesoedibjo. Dalam rapat yang digelar di Gedung MNC Tower, Jakarta Pusat, Minggu (1/10), turut hadir Sekretaris Jenderal FFI, Edi Prasetyo.
 
Mengawali agenda rapat, Sekjen FFI menjelaskan, diskusi prarakor terkait persiapan FFI dalam menyambut agenda pada 2018 maupun persiapan klub dalam mengatur internal organisasi, baik pemain atau pun pelatih.
 
Dari rakor tersebut, salah satunya membahas kesepakatan syarat pelatih internasional yang harus memiliki ban pelatih AFC Level 3 atau setara. Sementara dalam musim 2018, FFI akan fokus untuk bertanding di tiga turnamen bergengsi Asean Football Federation (AFF) serta lima kompetisi yang dihelat Asian Football Confederation (AFC).
 
Pada AFC Futsal Club Championship 2017, Indonesia sendiri mengirimkan Vamos Mataram sebagai wakilnya. Sementara pada AFF Futsal Club Championship 2017, Permata Indah Futsal menjadi pembawa asa bagi bangsa.
 
Agenda rapat kali ini bertujuan untuk mendiskusikan dan menghasilkan presentasi terkait persiapan FFI pada 2018. Mereka juga membicarakan persiapan klub dalam mengatur organisasi yang menyangkut kepentingan para pemain dan pelatih.
 
Selain itu, turut hadir pula 14 klub futsal profesional yang terdiri dari Vamos FC, Permata Indah Futsal, Bintang Timur Surabaya, Mataram FC, GIGA FC, Antam FC, Blacksteel, SKN FC, Kancil BBK Pontianak, Futsal UPI, Jaya Kencana Angels, Kebumen Angels, Netic FC, dan ME United. Empat klub yang berhalangan hadir adalah IPC Pelindo II, APK Samarinda, SFC Planet, dan Lampung Angels.
 
Dalam rapat tersebut Hary Tanoesoedibjo bertekad memajukan olahraga futsal Indonesia dengan mencarikan "bapak angkat" bagi klub futsal di masing-masing daerah. Bapak angkat yang dimaksud adalah pihak yang akan menaungi dan menyokong klub futsal dalam bidang logistik agar para pemain lebih intensif dalam berlatih.
 
"Kami akan membantu mencarikan bapak angkat yang dibutuhkan. Saya yakin futsal akan meningkat prestasinya karena latihan lebih intensif, latihan itu memerlukan dana," tuturnya.
 
Menurut pria yang akrab disapa HT tersebut, bapak angkat yang memungkinkan dapat mendukung kegiatan klub futsal di Tanah Air adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods, kuliner, keuangan, obat-obatan, dan perusahaan jenis lainnya. Termasuk perusahaan minuman penambah energi yang berkaitan langsung dengan masyarkat dan olahraga.
 
Hary Tanoe yakin dapat menggaet perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjadi bapak angkat klub futsal. Dia berjanji akan membantu memberikan slot iklan kepada bapak angkat klub futsal yang bersedia mendukung kegiatan positif bola kaki masa kini tersebut.
 
"Perusahaan membantu klub futsal dengan dana CSR, nanti MNC akan memberikan juga bantuan iklan kepada 'bapak angkat' tersebut," kata dia.
 
Hary Tanoe juga akan memfasilitasi klub agar dapat berlatih dengan baik. Selain itu, FFI juga ingin mengadakan lebih banyak kompetisi melawan tim-tim asing, untuk menambah pengalaman bagi para pemain futsal Indonesia. "Kita terus kembangkan futsal sebagai olahraga unggulan bangsa kita," ujarnya.
 
Menurut HT, FFI akan terus mengadakan kompetisi dan pertandingan persahabatan dengan tim luar negeri untuk meningkatkan percaya diri pemain, menyediakan pelatih dan wasit yang memadai.
 
Diharapkan, prestasi futsal Tanah Air terus meroket. Pada medio Mei 2017, Timnas Futsal Indonesia U-20 membuat sejarah dengan lolos ke perempatfinal Piala Asia U-20 2017.
 
"Pesan saya untuk tim, maju terus kita kembangkan futsal sebagai olahraga unggulan bangsa kita. Kepada para penggemar futsal, juga kami meminta tolong untuk selalu diberi bantuan moral dan doa restu agar futsal bisa menjadi kebanggaan di dunia internasional," imbaunya.
 
Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, yang hadir dalam rakor tersebut menuturkan, bahwa PSSI selaku induk federasi sepakbola di Tanah Air akan tetap memperhatikan futsal. Joko pun menyanjung sosok Hary Tanoesoedibjo yang menjadi aktor di balik kemajuan futsal di Indonesia.

"Perkembangan futsal tidak dapat dipungkiri karena leadership pak Hary Tanoe. Perkembangan futsal telah diakui oleh seluruh insan olahraga di negeri ini. Perkembangan futsal telah mengalami kemajuan pesat," kata Joko.

Dia menambahkan, rakor FFI digelar untuk menyongsong program-program satu tahun ke depan. Disebutkan, bahwa PSSI sangat mendukung dan memberikan kepercayaan sepenuhnya otonomi futsal di bawah FFI.
 
Dengan hal tersebut, Joko berharap futsal dapat mengalami kemajuan yang pesat pada tahun-tahun berikutnya, khususnya dalam mewujudkan target mereka untuk bisa tampil di ajang Piala Dunia Putra pada 2020 dan Putri pada 2019.

"Futsal melalui federasi futsal Indonesia, menyongsong Piala Dunia 2020 untuk putra dan 2019 untuk putri, impian itu telah dicanangkan dan PSSI mendukung sepenuhnya. Semoga impian ini terkabul," kata pria yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum AFF itu. 


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Last modified on Wednesday, 04 October 2017 06:39